Info Klinik Kemasan

566

Latar Belakang

Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Industri di beberapa lokasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Bone. Masih banyak terdapat produk pangan khususnya dikemas dan dilabel oleh pelaku IKM tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini disebabkan karena kebanyakan parapelaku industri pangan tidak mengetahui jenis kemasan yang telah digunakannya dan kemasan apa yang sebaiknya digunakan.Ini terbukti,bahwa masalah kemasan masih menjadi salah satu permasalahan bagi pelaku IKM sektor pangan khususnya.  Meskipun dari sisi rasa sudah cukup enak,tetapi karena kemasan tidak menarik terkadang membuat barang dagangan mereka kurang diminati pelanggan.

Oleh karena itulah kemasan harus menarik, karena kemasan merupakan salah satu kunci bagi produk untuk lebih memiliki nilai jual dan nilai tambah. Kemasan selain berfungsi sebagai sarana promosi, kemasan utamanya sebagai wadah dan pelindung. Peran kemasan sangat penting dalam menjaga mutu isi produk sampai kekonsumen.

Berdasarkan hal tersebut di atas dan dengan adanya Komitmen Pelaksanaan Inovasi Daerah yang telah ditandatangani Tanggal 6 Februari 2018 antara  Bupati Bone; Dr.H.A. Fashar M. Padjalangi,M.Si. dengan Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone; Drs A.Aswar tentang Pelayanan Inovasi,

PERBAIKAN KEMASAN

Untuk menyelesaikan permasalahan seperti yang sudah dijelaskan di atas, Kasi Pengawasan Usaha Industri Menengah (Musdalifah Maksud, S.Kom.) mengusulkan kepada pimpinan (Kepala Dinas) untuk membentuk sebuah wadah Pelayanan Inovasi bernama KLINIK KEMASAN.

REGULASI KLINIK KEMASAN

1. Undang-Undang No 3 Thn 2014 tentang Perindustrian.
a.Bab VII Pembangunan SaranadanPrasaranaIndustri, Bagian Kedua StandarDisasi Industri, Pasal 50-61
b.Bab XIII Pengawasandan Pengendalian, Pasal 117-118

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 102 Thn 2000 tentang Standardisasi Nasional Bab VII Pembinaan dan Pengawasan, Pasal 22 yaitu;
1.Pimpinan instansi teknis dan atau Pemerintah Daerah melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan masyarakat dala mmenerapkan standard.

2.Pembinaan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi Konsultasi, Pendidikan, Pelatihan, dan Pemasyarakatan standardisasi.

3.Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No 86/M-IND/PER/9/2009 terdapat pada:
a. Bab V Pembinaan SNI/SpesifikasiTeknisPasal 15
b. Bab VI Pengawasan SNI/SpesifikasiTeknisPasal 16-18

4. Peraturan Daerah Kabupaten Bone No. 87 Thn 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Perindustrian. Terdapat pada Bab IV Tugas dan Fungsi Bagian Kedua Bidang Pengawasan Industri Pasal 19 Seksi Pengawasan Usaha Industri Menengah.

5.Adanya Komitmen Pelaksanaan Inovasi Daerah Tanggal 6 Februari 2018 antara Bupati Bone Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi,M.Si. dengan Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone; Drs A.Aswar tentang Pelayanan Inovasi yakni PERBAIKAN KEMASAN

PROGRAM KERJA KLINIK KEMASAN

Adapun program kerja dari Klinik Kemasan, yaitu :
1. Memeberikan bimbingan dan konsultasi kepada pelaku IKM tentang Pengemasan Produk yang sesuai dengan standardisasi dari Pemerintah baik di dalam ruang produksi IKM maupun di luar ruang produksi IKM.
2. Memberikan jasa pembuatan desain kemasan
3. Pelatihan teknis desain dan kemasan
4. Galeri produk IKM berfungsi sarana terkumpulnya seluruh hasil produk IKM daerah Kabupaten Bone sehingga dengan mudah dipromosikan kepada masyarakat Bone dan turis yang tidak sempat datang berkunjung langsung kelokasi IKM.

FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KLINIK KEMASAN

Faktor Pendukung :
Adapun faktor pendukung dari Klinik Kemasan, yaitu:
1. Tersedianya sarana berupa satu Ruangan Klinik Kemasan
2. Satu orang Aparatur dari Klinik Kemasan dan 5 orang pelaku IKM diikutkan ke Bimtek Kemasan di Diklat Industri Makassar
untuk meningkatkan SDM
3. Program dan Kegiatan Inovasi Perbaikan Kemasan untuk Klinik Kemasan sudah diprogramkan khusus dan prioritas untuk tahun anggaran 2019.

Faktor Penghambat :
Adapun faktor penghambat dari Klinik Kemasan, yaitu:
1. Ruangan Klinik Kemasan belum dilengkapi dengan mesin-mesin kemasan sehingga kami hanya bisa memberikan jasa teori tentang kemasan saja kepada para pelaku IKM belum bisa melakukan praktik pembuatan kemasan
2. Belum ada anggaran khusus yang tersedia untuk tahun 2018 karena masih menunggua danya tambahan anggaran diperubahan anggaran tahun 2018 yang belum jelas.

KEGIATAN PEMBINAAN DAN PENGAWASAN KEMASAN PRODUK PANGAN LANGSUNG DI LOKASI IKM PADA BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN BONE TAHUN 2017-2018