Diklat Pembuatan Desain Kemasan Produk Pangan

442

Dinas Perindustrian Kabupaten Bone mengirim sebanyak 6 orang pelaku Industri Kecil Menengah (IDM) dan 1 Aparatur Sipil Negara untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Pembuatan Desain Kemasan Produk Pangan.

Diklat Pembuatan Desain Kemasan Produk Pangan ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Industri Makassar Sulawesi Selatan. Peserta diklat berjumlah 44 orang yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota dan provinsi, yakni Kabupaten Bone, Maros, Wajo, Parepare, Luwu Timur, Provinsi Bali (Denpasar-Jembrana), dan Kalimantan Barat (Pontianak).

Diklat Pembuatan Desain Kemasan tersebut belangsung selama 6 hari dimulai Senin, 17 s.d 23 September 2018 dan merupakan angkatan ke-VII tahun 2018. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Industri Makassar, Ibu C. Elisa Katili, S.H., M.H.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produk yang mereka jajakan. Terutama kualitas kemasan atau packaging, dan meningkatkan cita rasa hasil olahan,”” ujar Kepala BDI Makassar Ibu C. Elisa Katili , S.H.,M.H.

Ibu C. Elisa Katili menambahkan, untuk usaha kuliner diperlukan keahlian dalam pengemasan makanan karena kandungan nutrisi akan sangat berpengaruh jika tata letak makanan dalam kemasan tidak dikemas dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Drs. A. Aswar mengatakan, kegiatan ini diperuntukkan bagi produsen (penghasil) yang memiliki produk jadi hasil olahan sendiri, namun belum dapat mengemas dengan baik.

“Pelatihan ini juga berguna untuk menambah daya tarik tersendiri untuk produksi yang ditawarkan. Kalau mengemas sembarangan tentu tidak menarik, nilai jualnya tidak akan bertambah.” jelasnya.

Musdalifah Maksud, S.Kom. selaku Pendamping Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada acara diklat tersebut berharap, dengan adanya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan untuk mengembangkan produksi agar lebih baik lagi.

“Nantinya, jika penghasilan (income) pelaku usaha meningkat dan bertambah, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi di Kabupaten Bone,” tutupnya.