Perhatian pemerintah desa di Kecamatan Tellu Siattinge untuk mengembangkan produk unggulan desa patut diapresiasi.

Melalui alokasi dana desa tahun 2018, delapan desa melaksanakan kegiatan pelatihan ekonomi kreatif yakni Desa Padaidi,Desa Palongki, Desa Lanca, Desa Ajjalireng,Desa Itterung,Desa Sijelling,Desa Itterung dan Desa Lea yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Tellu Siattinge yang berlangsung selama dua hari yakni mulai 8-9 Desember 2018.

Sebanyak empat peserta dari perwakilan perempuan dari delapan desa diutus untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan kali ini, peserta dilatih untuk menciptakan bahan kerajinan dari limbah potongan kain untuk dijadikan tas, tempat tissu, bros dan jenis souvenir lainnya.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekcam Tellu Siattinge H. Suwanda,S.Sos. didampingi Kasi Pemerintahan H. Amang S. Pd, Kasi PMD Hj.Murni,S.Sos. dan Pendamping Desa Kecamatan Tellu Siattinge.

Hadir selaku pemateri Putra Handayani dari Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan dan Muhibah salah satu pelaku UMKM Kabupaten Bone.

“Melalui pelatihan ekonomi kreatif ini kami harapkan ada peluang usaha baru di desa yang bisa disingkrongkan dengan Bumdes. Apalagi diera digital sekarang bukan lagi persoalan pemasaran yang jadi kendala, tapi bagaimana caranya kita menciptakan produk dengan brand yang bisa diterima oleh lapisan masyarakat” apresisasi Sekcam Tellu Siattinge H.Suwanda,S.Sos. pada saat membuka kegiatan pelatihan.

Konsultan PLUT UMKM,Putra Handayani pada saat membawakan materi Wirausaha dan Ide Usaha menjelaskan untuk menciptakan usaha, perlu ada ide usaha dengan menggali potensi lokal yang bisa dijadikan produk unggulan dan diminati oleh konsumen.

“Kenapa kita harus menggunakan sumber daya lokal menjadi ide untuk menciptakan usaha, agar mudah mendapatkan bahan baku yang murah dan tersedia. Jika sudah memiliki produk, harus didesain sedemikian rupa sesuai standar supaya bisa bersaing dengan produk yang serupa. Dan yang paling penting, bagaimana menciptakan brand produk agar lebih diterima dipasaran” jelas Putra
Pendamping Desa Kecamatan Tellu Siattinge.

Dedi Hamzah, menjelaskan bahwa alokasi dana desa yang dikucurkan ke pemerintah desa cukup besar, sehingga alokasi anggaran peningkatan masyarakat melalui kegiatan pelatihan kelompok seperti pelatihan tenaga kerja porsi anggarannya harus ditingkatkan setiap tahun.

“Pelatihan Ekonomi Kreatif ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya wirausaha baru ditingkat desa melalui kerajinan berbasis potensi desa masing-masing. Agar menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi Indonesia dimasa yang akan datang dapat terwujud” harapnya.